fitk@uinjkt.ac.id Phone: +6221-7401925 Ext.1723

From Vice Dien for Student Affairs & Alumni

fuzan

Sambutan
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama
FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Sejak kelahirannya (1957), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berdiri dan eksis sebagai fakultas yang berperan sebagai lembaga yang menyiapkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia.

Kebesaran nama Fakultas Tarbiyah (ketika awal berdirinya), di samping karena “ketuaan” dari fakultas ini, tapi lebih karena dominasi alumni yang nota bene nya adalah guru. Seperti di banyak perguruan tinggi terkemuaka di Indonesia, sebut saja Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Intitut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjajaran (UNPAD), besarnya kampus-kampus tersebut bukan karena popularitas “Rektor” nya yang memimpin, tapi lebih karena sistem yang terbangun dengan keterlibatan alumni yang tersebar di seantero jagat raya. FITK UIN Jakarta mestinya dapat menunjukkan kebesarannya melalui (1) independensi sistem yang coba dibangun, bukan bergantung pada kebesaran “tokoh” tertentu yang menjai ikon pendidikan tinggi; dan (2) pemanfaatan jaringan alumni yang tersebar di sekolah/madrasah, kementerian, perusahaan BUMN, swasta/asing, serta tokoh masyarakat.

Kebesaran institusi juga ditopang oleh keberhasilan sebuah institusi dalam mengamalkan ilmunya di masyarakat. Hal ini dengan salah satu tujuan pembelajaran agar anak didiknya dapat berguna serta bermanfaat dalam menyumbangkan keahliannya sesuai dengan bidangnya. Secara umum penyelenggaraan perguruan tinggi di Indonesia bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang secara professional dapat menerapkan dan mengembangkan bidang keahliannya serta mampu menyebarluaskan dan mengupayakan penggunaan keahliannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan kebudayaan nasional.

Untuk mampu manilai sejauh mana lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bermanfaat bagi masyarakat, maka perlu dilakukan studi pelacakan (tracer study), dalam bidang apa lulusan bekerja, sejauh mana lulusan dirasakan bermanfaat oleh para pengguna (stakeholder), apakah bekal/kemampuan lulusan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, apakah ada kekurangan selama lulusan mengabdikan ilmunya, berapa lama lulusan menunggu sampai memperoleh pekerjaan dan berapa pendapatan/gaji awal bekerja.
Selain itu, studi pelacakan dapat digunakan sebagai umpan balik (feed back) bagi setiap prodi untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan kurikulum, sehingga lulusan dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Alumni merupakan unsur yang tak dapat dipisahkan dari perguruan tinggi, karena alumni adalah representatif dari perguruan tinggi. Alumni juga membawa manfaat tersendiri bagi perguruan tinggi, baik dalam akademik maupun bidang pragmatis, seperti: 1) Pemutakhiran kurikulum berbasis relevansi dengan kebutuhan pasar/dunia kerja; 2) Continuing Education: Universitas dapat dikembangkan menjadi media belajar sepanjang hayat bagi alumni; 3) Mengembangkan Customer Satisfaction Index; dan 4) Pemanfaatan alumni sebagai dosen tamu, dosen profesional, seminar, training dan lain lain (Schomburg,2003).

Sebagai fakultas terbesar dan tertua di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, seharusnya sudah sebanding lurus dengan “kebesaran” jumlah alumni yang tersebar ke wilayah penjuru dunia. Namun menjadi sebuah ironi ketika keberadaan alumni yang selama ini menjadi salah satu penentu kebesaran sebuah pendidikan tinggi kurang mendapat tempat yang layak, bahkan terkesan terabaikan. Sudah seharusnya civitas akademika bergandeng tangan dengan para alumni, berfikir, membangun Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menyiapkan generasi emas sebagaimana diharapkan banyakpihak.

Jakarta, Januari 2016

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama
FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dr. Fauzan, MA